Minggu, 26 Juli 2009

NASIB SANG PERANTAU

Apa lagi yang harus aku lakukan aku sadar aku memang tak sabar tak ikhlas dan kurang menerima, tapi pada hakikatnya aku hanyalah kekosongan kekosongan dari segala-galanya, Aku di ciptakan dari cahaya yang terpuji itulah hakekat aku,aku tercipta sebagai mahluk di bumì yang lahir bersama segala yang di ciptakan-nya, hati akal dan fikiran adalah titipan-nya termasuk jiwa dan ragaku, kesehatan, kecerdasan dan pekerjaan dan semua yang ada padaku termasuk kekuatan semuanya adalah titipan-nya, aku tak pernah meminta agar terlahir ke dunia dengan segala nestapa dan aku tak pernah meminta agar jiwaku terus tersiksa, sebelum lahir kedua orang tua pun berharap beriring doa anaknya terlahir dengan sempurna, mungkin ini adalah suratan dariNya, jika semua ini sudah tergaris dalam masipku, lalu rahasia apa yang tersimpan di balik semua ini, aku sadar aku tak bisa lari dari takdir tuhan....

1 komentar:

  1. Ke Sabdha Langit "Aroma semerbak wangi kasturi memancar dari alunan seruling penggembala jiwa di taman al-muhibbin burung2 x kecil terbang rendah menikmati serunai nada gelora asmara para penggembala jiwa jiwa tersusun rapi bagaikan sisik ular menghias permadani syurgawi jiwa2 x berpeluh, bergumam, mendesah,berteriak,lalu diam,dan hening seruling penggembala kembali ditiup alunan nadanya melumat jiwa jiwa menjadi cair,secair air mata di taman salsabila. By: sabdha Langit

    BalasHapus

Anda ya....Karena Komentar Anda Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Kami....
Terima Kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga