Rabu, 05 Agustus 2009

NISFU SYA'BAN MALAM PENUH BERKAH

Malam nisfu sya'ban, tanpa terasa ya?, Kalau ingat dulu waktu di kampung sore sore jalan jalan santai bersama teman teman terus pulangnya mampir ke mesjid, Kalau waktunya tiba, salah satu kemudian menyumbangkan suaranya, menggemakan adzan. Tidak ada dominasi siapa yang bertugas, siapa yang mau, dialah yang menjadi muadzin. Sementara itu, sebagian dari kami beranjak ke tempat wudhu. Sambil menunggu berkumpulnya orang-orang, sang muadzin mengisi waktu dengan bersalawat, hingga sang imam datang. Salawatnya kadang berganti-ganti, tergantung yang memulai. Sebagai orang desa, kami melakukan ini sesuai dengan apa yang telah turun temurun. Tidak pernah tahu siapakah yang memulai pada awalnya. Konon, bagi sabagian orang, bersalawat setelah adzan merupakan perkara bid’ah –sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh nabi dulu. Namun, rasanya, sore itu tidak akan ramai ketika salawat-salawat itu tidak berbunyi. Padahal, Allah dan malaikat pun bersalawat kepada nabi, kenapa kami tidak boleh?

Ya, begitulah suasana menjelang maghrib di kampungku. Di Panggulan Timur Kecamatan Giligenting. Sebuah kampung nan jauh dari keramaian. Mungkin tidak jauh beda dengan daerah-daereah lain. Ritual semacam itu, sudah menjadi kesaharian yang berulang. Dari diskusi kecil, sampai salat bersama-sama. Salah satu saling bercerita tentang apa yang bisa di ceritakan. Salat maghrib pun usai. Namun, pemandangan di sana tergolong lain dari biasanya. saya masih bertanya-tanya, ada apakah sore itu? Ternyata, saya baru sadar kalau sore itu merupakan peringatan nisfu Sya’ban. Yakni, pertengahan bulan Sya’ban –bulan hijriyah. Sang imam memimpin. Sebelumnya, ada tausiah sedikit tentang perayaan nisfu sya’ban. Konon, malam itu adalah puncak dari seluruh hari. Di mana, para malaikat menyetorkan buku catatan amal, dan menggantinya dengan yang baru.Pembacaan yasin sebanyak tiga kali adalah sebuah permohonan kepada Allah, agar dijauhkan dari perbuatan buruk nantinya. Sehingga catatan amal, ketika disampaikan kepada Allah, dalam keadaan baik. Sekelumit pembukaan itu kemudian disusul dengan membaca yasin bersama-sama sebanyak tiga kali berturut-turut. mungkin di tempat lain di awali dengan salat, di tempatku dibuat sederhana, hanya yasinan saja. Setelah itu disusul dengan doa.

Konon, bulan Sya’ban dalam kalender Jawa di sebut bulan Ruwah. Ini berarti bulan itu adalah bulan berkah untuk para arwah, karena mendapat kiriman doa. Kami pun percaya, bahwa doa-doa tersebut bakal tersampai kepada mereka yang telah mendahulu kita.Malam Nisfu sya’ban adalah malam yang penuh berkah,Terus setelah selesai sholat isya biasanya kami beramai ramai dengan di pinpin oleh seorang kiyai untuk ziarah ke kubur kubur tua terutama ke kuburan orang tua yang telah mendahului kita untuk mendoakan semoga Allah menerima semua amal ibadahnya,saya baru ingat waktu lagi di kampung dulu dari asyiknya bersama teman teman dan dengan penuh kekhusyukan tanpa terasa waktu subuh pun tiba, gak terasa ya semalaman kita keliling berziarah,karna perjalanan kami sudah sampai di daerah gedugan akhirnya kami sholat subuh di mesjid sumber,terus setelah sholat subuh kamipun pulang kerumah masing masing.

5 komentar:

  1. gimana malam nisfu sya'ban di tempat kamu

    BalasHapus
  2. bro... aku udah 2x mau soan ke base camp nt di lagoa tapi mungkin belum saatnya padahal aku sudah ada di pertigaan penggadaian tiba2 aku di tlpn mendadak urusan. no hp kamu yang aktiv no apa bro..? kirim dong
    No hpQ:087877262787
    Thanks..

    BalasHapus
  3. salam keramat..
    menyongsong kedatangan bulan puasa kayaknya aku akan kewalahan melayani para peziarah yang minta di doakan,mau ikutan gak..?

    BalasHapus
  4. gak pa2 ├Ča sebelumnya sy minta ma'af no yg di atas mang sering gak aktif coba aja di no 087880800216 klo ke no ne insya Allah aktif 24 jam...trms

    BalasHapus
  5. @ penjaga makam keramat
    anda ne ada2 aja mang penjaga makam krmat mn ne pagar setan pa yg di ju'korse...

    BalasHapus

Anda ya....Karena Komentar Anda Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Kami....
Terima Kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga