Kamis, 31 Desember 2015

Detik Detik Malam Pergantian Tahun 2015-2016

Tinggal nunggu jam kita akan memasuki thn 2016 selamat tinggal thn 2015 smoga di tahun 2016 segala yg dicita citakan akan tercapai...

TENTANG KAMI RAMA SOUND SYSTEM

Kami menyediakan jasa sound system dan gensetuntuk daerah pulau giligentig
Kami menghadirkan tata suara yang jernih, lantang dan lembut, bukan sekedar kencang keras dan sakit di telinga.

Kami selalu menghadirkan suara terbaik sesuai dengan motto kami  "JERNIH DI SETIAP  NADA" walaupun di dukung oleh peralatan rakitan, tapi kami selalu berusaha mempersembahkan lantunan musik terbaik jg di dukung oleh tenaga berpengalman seorang soundmen terbaik kampung kami yang slalu siap mensukseskan acara anda

Untukpemesanan segera hubungi kami  di no 0878 8466 6647

Atau langsung ke rumah kami kampung mangngar Desa Aenganyar


Rabu, 30 Desember 2015

RAMA PROFESIONAL SOUND SYSTEM

RAMA PROFESIONAL SOUND SYSTEM Nama yang juga saya sematkan untuk Sound System kelas kampung yg saya bangun sejak tahun 2000an walaupun pada awalnya saya memberi nama IDOLA untuk sound system saya, nama idola tersebut saya terinfirasi dari radio idola di semarang, karena pada saat itu saya sering mendengarkan radio idola ketika sedang bermain main dengan solder, semarang banyak menyimpan kenangan terutama pelabuhan tanjung mas, disana di KLM panggulan Timur saya belajar secara otodidak merakit power amplifir kemudian punya niat untuk membangun sound system, mungkin itu saja dulu cerita cerita sound system di blog ini lain kali saya up date lg ya

RAMA PROFESIONAL POWER AMPLIFIER

Rama Profesional Power Amplifier ialah nama atau logo yang saya sematkan untuk power amplifier rakitan saya, nama ini saya terinfirasi dari Ramanda dimana saya bisa mengerti dan hoby elektronika berkat beliau, ketika waktu kecil saya suka menemani ramanda men service barang barang elektronika seperti tv dan radio

Rabu, 15 Juli 2015

Doa ku Di Akhir Ramadhan

Ya Allah panjangkanlah umur kami dan keluarga kami snantiasa berlimpah kebahagiaan sehat jasmani dan rohani sehingga kami bisa bertemu lagi dengan bulan ramadhan yang akan datang dan selanjutnya, ya Allah jadikan kami hamba yg bertakwa yang snantiasa istiqomah beribadah kepadaMu, ya Allah ampunilah dosa kedua orang tua kami, dan dosa ibu angkat kami yang telah pergi kehadiratMu mendahului kami serta lapangkanlah kuburnya, karena beliaulah kami menjadi insan yang betakwa, Ya Allah jadikanlah anak anak kami anak yang sholeh dan sholeha, menjadi anak yang berbakti kepadaMu, dan berbakti kepada kedua orang tuanya, menjadi anak anak yang berguna kepada dirinya dan sesamanya, ya Allah terimalah ibadah kami dan kabulkanlah doa kami. Amin Amin ya robbal alamin

Senin, 13 Juli 2015

Muhasabah

Jika ingin memiliki jiwa yang bahagia, janganlah
lagi membalas nikmat ALLAH dengan dosa dosa
yang baru, yang lalupun belum tentu terampuni.
Dan janganlah merasa bahwa tiada dosa kita
miliki, merasa suci padahal ALLAH maha tahu
apa yang dilakukan oleh tubuh kita bukan? zina
mata, zina lisan, ALLAH tahu apa yang kita
sentuh dengan tangan ini, ALLAH tahu
bagaimana kita riya, bahkan ALLAH tahu
bagaimana kening ini jarang mengingat ALLAH
meskipun saya sering sujud, ALLAH maha tahu
keadaan hati yang petantang petenteng,
sombong, merasa hebat, padahal yang saya
sombongkan adalah titipan ALLAH … coba
bayangkan ketika saya meminjam mobil sahabat
saya lalu saya buka jendela agar orang liat saya
membawa mobil mewah padahal mobil itu bukan
milik saya, apa kira kira yang ada dipikiran sang
pemilik mobil “udah minjem, sombong lagi” malu
gak kira kira?
Semua lumuran aib ini hanya ALLAH yang tahu,
dan ALLAH maha tahu kebusukan hati saya

Bayangkan jika saat ini malaikat maut berada
dihadapan saya dan mengajak saya pulang, bekal
apa yang bisa saya bawa pulang? jika semua
yang diatas masih saja saya lakukan? saya
meminta surga tapi saya menjalankan amalan
amalan neraka, shalat saya jarang khusuk,
bahkan disisa waktu kesibukan dunia, membaca
Alquran sering keburu perih mata saya karena
seharian menatap layar notebook, sedekah hanya
kalau ada uang sisa dikantong, buka dompet
males, sama orang tua berkata kasar, bahkan
jarang menanyakan kabarnya padahal belasan
tahun saya hisap keringat dan tenaganya
berapa banyak kata kata saya yang mengiris iris
hati Ayah, berapa sering sorot mata tajam saya
membuat Ayah terluka, padahal amalan
yang dicintai ALLAH sesudah shalat adalah
memuliakan orang tua
Ya ALLAH, duhai ALLAH, inilah saya hambaMU
yang ENGKAU ciptakan, yang ENGKAU urus setiap
saat, ampuni saya yang hanya debu, ampuni
andai saya sering tidak ridho dengan
ketentuanMU, ya ALLAH saya merindukan menjadi
bidadari di surgaMU, jangan jadikan saya
jalan kemaksiatan untuk mahlukMU yang
lain, saya ingin menjadi Ibu yang dari rahim saya
lahir mujahid dan mujahidah kesayanganMU …

Jumat, 10 Juli 2015

INILAH AL-QUR'AN WAHAI UMMAT ISLAM

INILAH AL-QUR’AN WAHAI UMMAT ISLAM
Oleh
Syaikh Su'ud Syuraim
Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan
rahmat. Pada bulan ini, jiwa-jiwa yang suci akan
tampak nyata, dan semangat meraih derajat
keiman paling tinggi semakin kuat. Pada bulan
ini, kecintaan kepada al-Qur’ân, keinginan untuk
mentadabburinya dan mentaatinya semakin
bertambah. Kaum Muslimin bagai tidak mau lepas
dari al-Qur'an, yang merupakan sebaik-baik
teman yang tidak pernah membosankan
perkataannya. Barangsiapa membacanya seolah-
olah dia sedang berbicara dengan ar-Rahmân.
Allâh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻧُﻮﺭٌ ﻭَﻛِﺘَﺎﺏٌ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ﴿١٥﴾ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧَﻪُ ﺳُﺒُﻞَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺟُﻬُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ
ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻭَﻳَﻬْﺪِﻳﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰٰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya
dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan. Dengan
Kitab itulah, Allâh menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan Kitab itu pula) Allâh mengeluarkan
orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya
yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [al-
Mâidah/5:15-16]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
ﺇِﻥَّ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﻠَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﻗْﻮَﻡُ ﻭَﻳُﺒَﺸِّﺮُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ
Sesungguhnya al-Qur'ân ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang
mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada
pahala yang besar [al-Isra'/17:9]
Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang
hamba di dunia dan di akhirat selain memandang
dan membaca al-Qur’an sepanjang waktu serta
mentadabburi (merenungi)nya. Amalan ini akan
membuat seorang hamba mengetahui berbagai
kebaikan dan keburukan serta kondisi para
pelakunya, juga akan menampakkan gambaran
hakikat dunia. Amalan ini juga membawa para
pelakunya seakan berada diantara umat-umat
terdahulu sembari menyaksikan adzab dan siksa
yang Allâh Azza wa Jalla timpakan kepada umat-
umat terdahulu tersebut.
Orang yang mentadabburi (merenungi) al-Qur’ân
seakan melihat proses tenggelamnya kaum Nûh
juga Fir’aun beserta pengikutnya; Mereka juga
seakan mendapati bekas-bekas petir yang
menyambar kaum ‘Ad dan Tsamûd.
Orang yang mentadabburi al-Qur’ân akan
mengetahui dan memahami hakikat jalan
kebaikan beserta buah yang akan diraih oleh para
pelakunya juga akan mengetahui hakikat jalan
keburukan beserta akibat yang akan menimpa
para pelakunya.
Allâh telah menjadikan al-Qur’ân ini sebagai
pembeda antara yang haq dan yang bathil. Orang
yang mencari petunjuk dari al-Qur’ân, maka Allâh
akan memuliakannya, sebaliknya barangsiapa
mencari petunjuk dari selain al-Qur’ân, maka
kehinaan pasti akan menimpanya.
Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu menemui
Nafi’ bin Abdil Hârist di 'Usfân – beliau adalah
wakil dari Umar di Mekah, Umar bertanya, "Siapa
yang kau jadikan pemimpin bagi penduduk
lembah?" Nâfi’ Menjawab, "Ibnu Abza." Umar
bertanya lagi, "Siapakah dia?" Nafi’ menjawab
lagi, "Salah seorang mantan budak kami." Umar
bertanya, "Kalian mengangkat seorang mantan
budak?" Nafi’ berkata, "Dia pandai membaca
(hafal) al-Qur’ân dan dia juga alim dibidang
farâ’id (ilmu waris)." Lantas Umar berkata,
"Sesungguhnya Nabi kalian Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
"Sesungguhnya Allâh akan mengangkat derajat
suatu kaum dengan sebab al-Qur’ân, dan
menghinakan yang lainnya dengan sebab al-
Qur’ân." [HR. Muslim]
Al-Qur'ân adalah cahaya yang tidak bisa
dipadamkan. Dia adalah jalan yang tidak pernah
tersesat orang yang melaluinya; Dia sumber
keimanan dan ilmu; Dia hidangan para Ulama dan
penyejuk hati; Dia adalah undang-undang
kehidupan, juga obat (penyembuh). Allâh Azza wa
Jalla berfirman:
ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ۖ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻓِﻲ
ﺁﺫَﺍﻧِﻬِﻢْ ﻭَﻗْﺮٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﻤًﻰ
Katakanlah, "Al-Qur'ân itu adalah petunjuk dan
penawar bagi kaum Mukmin. Dan orang-orang
yang tidak beriman pada telinga mereka ada
sumbatan, sedang al-Qur'ân itu suatu kegelapan
bagi mereka. [Fusshilat/41: 44]
Al-Qur’ân adalah kitab yang dijaga oleh Allâh
Azza wa Jalla . Para pengikut hawa nafsu sangat
berharap dan terus berusaha agar bisa
menghapus ayat-ayat al-Qur'an beserta hukum-
hukumnya dengan air laut agar tidak tersisa,
tetapi itu sebatas keinginan yang tidak akan
terwujud dan usaha yang tidak akan pernah
berhasil, karena mereka tidak akan bisa
mengalahkan Allâh Azza wa Jalla yang menjaga
al-Qur'an.
Inilah dia kitab Allâh Azza wa Jalla yang turun
melalui Jibril Alaihissallam. Lalu apakah yang
telah dan yang akan kita lakukan dengannya?
Akankah kita menjadikannya sebagai petunjuk
dan undang-undang bagi kita dalam kehidupan
kita? Ataukah hanya menjadi pajangan di rak
buku, tidak tersentuh kecuali di bulan Ramadhân?
Apakah kita akan berpegang teguh dengannya
ataukah kita seperti unta yang kehausan di
tengah padang pasir sambil membawa air di
punggunghnya? Atau telinga kita seperti corong,
ayat-ayat al-Qur’ân masuk melalui telinga kanan
lalu keluar melalui telinga kiri?
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahîhnya,
bahwa Allâh Azza wa Jalla berfirman pada Nabi-
Nya :
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺑَﻌَﺜْﺘُﻚَ ﻟِﺄَﺑْﺘَﻠِﻴَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﺘَﻠِﻲَ ﺑِﻚَ، ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻟَﺎ
ﻳَﻐْﺴِﻠُﻪُ ﺍﻟْﻤَﺎﺀُ، ﺗَﻘْﺮَﺅُﻩُ ﻧَﺎﺋِﻤًﺎ ﻭَﻳَﻘْﻈَﺎﻥَ
"Sungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka
untuk mengujimu dan menguji yang lain
denganmu dan aku menurunkan sebuah kitab
yang tidak bisa di cuci dengan air, kamu
membacanya tatkala tidur dan terjaga."
Inilah al-Qur'ân, kitab pegangan kaum Muslimin,
yang mengatur tata cara hidup setiap insan.
Maka wahai kaum Muslimin! Hendaklah kita
bertakwa kepada Allâh! Hendaklah kita
memperlihatkan amalan kita terkait kitab Allâh ini
dengan cara membaca, mentadabburinya dan
selanjutnya mengamalkannya.
ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺭَﺛْﻨَﺎ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺻْﻄَﻔَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻧَﺎ ۖ ﻓَﻤِﻨْﻬُﻢْ ﻇَﺎﻟِﻢٌ
ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣُﻘْﺘَﺼِﺪٌ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﺎﺑِﻖٌ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ
ﺫَٰﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-
orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba
Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya
diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang
pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang
lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allâh.
Yang demikian itu adalah karunia yang amat
besar. [Fathir/35:32]
Hendaklah kita senantiasa bertakwa kepada Allâh!
Hendaklah kita memanfaatkan bulan yang penuh
berkah ini dengan membaca al-Qur’ân dan
mentadabburi ayat-ayatnya, meraup faidah
sebanyak-banyaknya dari pelajaran dan nasehat
yang ada padanya. Karena di dalam al-Qur'ân
terdapat berita orang sebelum dan sesudah kita.
Alangkah beruntung orang yang mentadabburinya
dengan benar; juga alangkah berutung orang yang
hati dan kulitnya bergetar serta takut saat
mendengar ayat-ayat al-Qur'ân lalu ia bergegas
mengingat Allâh. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
ﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟَﺬِﻛْﺮَﻯٰ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻗَﻠْﺐٌ ﺃَﻭْ ﺃَﻟْﻘَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﻫُﻮَ
ﺷَﻬِﻴﺪٌ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai akal atau yang menggunakan
pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
[Qâf/50:37]
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-
orang yang senantiasa membaca al-Qur'ân,
mentadabburinya lalu mengamalkannya dalam
kehidupan kita sehari-hari.
(Diangkat dari Khutbah jum'at di Masjidil Haram
pada tanggal 15 Ramadhan 1433 oleh Syaikh
Su'ud Syuraim, dengan judul al-Qur'ân …Ya
ummatal Islam)
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun
XVIII/1435H/2014. Diterbitkan Yayasan Lajnah
Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8
Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp.
0271-858197 Fax 0271-858196]
Sumber www.almanhaj.or.id

Kamis, 09 Juli 2015

Doa Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar

Shalat Tasbih Dan Khasiat Shalat Tasbih

Shalat Tasbih adalah shalat Sunnah yang dalam
melaku salat membaca kalimat tasbih kalimat
"Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha
illallahu wallahu akbar"
sebanyak 300 kali (4 raka'at masing-masing 75
kali tasbih). Salat ini diajarkan Rasulullah SAW
kepada pamannya yakni sayyidina Abbas bin
Abdul Muthallib, Namun beberapa ulama berbeda
pendapat tentang hal ini.
Shalat Tasbih Dan Khasiat Shalat Tasbih
Para ulama berbeda pendapat mengenai salat
tasbih, berikut adalah beberapa pendapat mereka
:
1: Salat tashbih adalah mustahabbah (sunnah).
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama
penganut Mazhab Syafi'i. Hadits Rasulullah SAW
kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthallib
yang berbunyi:
Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan
padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin
engkau melakukan -sepuluh sifat- jika engkau
melakukannya Allah akan mengampuni dosamu,
baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu
dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang
disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang
tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan salat
empat rakaat,
engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan
surat, apabila engkau selesai membacanya di
rakaat pertama dan engkau masih berdiri, mka
ucapkanlah:
Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilallah
Wallahu Akbar 15 kali,
Kemudian ruku'lah dan bacalah do'a tersebut 10
kali
ketika sedang ruku,
kemudian sujudlah dan bacalah do'a tersebut 10
kali ketika sujud,
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10
kali
kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10
kali.
Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan
lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat.
Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu
kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika
tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika
tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak
maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika
tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur
hidupmu" (HR Abu Daud 2/67-68)
Ibnu Ma'in. An-Nasaiy berkata: Ia tidak apa-
apa. Az-Zarkasyi berpendapat: "Hadis shahih
dan bukan dhaif". Ibnu As-Sholah: "Haditsnya
adalah Hasan"
Al-Imam Bukhari rahimahulah.
Siapa yang tidak kenal beliau? Beliau adalah
penulis kitab tershahih kedua setelah Al-Quran
Al-Kariem. Namun hadits ini memang tidak
terdapat di dalam kitab shahihnya itu, melainkan
beliau tulis dalam kitab yang lain. Kitab itu
adalah Qiraatul Ma’mum Khalfal Imam. Di sana
beliau menyatakan bahwa hadits tentang shalat
tasbih di atas adalah hadits yang shahih.
2: Salat tasbih boleh dilaksanakan (boleh tapi
tidak disunnahkan).
Pendapat ini dikemukakan oleh ulama penganut
Mazhab Hambali. Mereka berkata: "Tidak ada
hadits yang tsabit (kuat) dan salat tersebut
termasuk Fadhoilul A'maal, maka cukup
berlandaskan hadits dhaif.
Ibnu Qudamah berkata: Jika ada orang yang
melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa,
karena salat nawafil dan Fadhoilul A'maal tidak
disyaratkan harus dengan berlandaskan hadits
shahih" (Al-Mughny 2/33)
3: Salat tersebut tidak disyariatkan.
Imam Nawawi dalam Al-Majmu' berkata: "Perlu
diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan
salat tasbih karena haditsnya dhoif, dan adanya
perubahan susunan salat dalam salat tasbih
yang berbeda dengan salat biasa.
Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau
tidak ada hadits yang menjelaskannya. Dan
hadits yang menjelaskan salat tasbih tidak
kuat".
Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam
Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang
menjelaskan hal tersebut. Ibnul Jauzi
mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan
dengan salat tasbih termasuk maudhu`.
Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang
benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif
meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat
hasan, akan tetapi hadits itu syadz karena hanya
diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada
hadits lain yang menguatkannya.
Dan juga salat tasbih berbeda gerakannya
dengan salat-salat yang lain.
Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan
Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal salat
tasbih ini kecuali dalam Talkhis Al-Habir dari
Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada
hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan
tentang salat tasbih ini.
Niat Salat
Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat
yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan
tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat
yang menyatakan keharusan untuk melafalkan
niat akan tetapi yang terpenting adalah dengan
niat hanya mengharapkan Ridho Allah Ta'ala
semata dengan hati yang ikhlas dan khusyu.
Cara Melakukan Shalat Tasbih
Salat tasbih dilakukan 4 raka'at
(jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan
sekali salam,
jika malam 4 raka'at dengan dua salam )
sebagaimana salat biasa dengan tambahan
bacaan tasbih pada saat-saat berikut:
1: Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat
pendek saat berdiri 15 kali
2 Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal
adzim...) 10 Kali
3 Setelah I'tidal 10 Kali
4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana
rabiyyal a'la...) 10 Kali
5 Setelah duduk di antara dua sujud 10 Kali
6 Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal
a'la...) 10 Kali
7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri
(atau sebelum salam tergantung pada raka'at
keberapa) 10 Kali
Jumlah total satu raka'at 75
Jumlah total empat raka'at 4 X 75
= 300 kali
KEISTIMEWAAN TASBIH
1. Kalimat yang paling dipilih Allah swt
Suatu kali Rasulullah ditanya apakah ucapan
yang paling unggul? Rasulullah menjawab,
ﻣَﺎ ﺍﺻْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻤَﻼَﺋِﻜَﺘِﻪِ ﺃَﻭْ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
‘Yang dipilih Allah swt terhadap para malaikat-
Nya dan hamba-Nya adalah ucapan:
Subhanallahi wa bihamdihi’ (Riwayat Muslim)
2. Memberatkan timbangan amal
Rasulullah bersabda,
ﻛَﻠِﻤَﺘَﺎﻥِ ﺧَﻔِﻴْﻔَﺘَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺛَﻘِﻴْﻠَﺘَﺎﻥِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻤِﻴْﺰَﺍﻥِ
ﺣَﺒِﻴْﺒَﺘَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
‘Ada dua kalimat yang keduanya ringan
diucapkan di lidah namun memberatkan
timbangan amal dan keduanya disukai oleh ar-
Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi
subhanallahil azhim’ (Riwayat Bukhari dan
Muslim)
3. Menghapus dosa yang banyak
Rasulullah bersabda,
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﺣُﻄَّﺖْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻩُ
ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺯَﺑَﺪِ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi
wa bi hamdihi 100x maka Allah dihapuskan
kesalahan meskipun kesalahannya itu sebanyak
buih lautan’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)
4. Punya perkebunan kurma di surga
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻏُﺮِﺳَﺖْ ﻟَﻪُ ﻧَﺨْﻠَﺔٌ
ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
‘Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahil
azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya
satu pohon kurma di surga’ (Riwayat at-
Tirmidzi)
5. Terhindar dari kesedihan dan penyakit-
penyakit berat (misal: stroke)
Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi
Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah,
ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang
dengannya Allah memberi manfaat kepadaku,
karena sungguh umurku sudah tua dan aku
merasa lemah untuk melakukan apapun’. Lalu
Rasulullah berkata, ‘Adapun untuk duniamu,
maka ketika engkau selesai shalat Shubuh, maka
ucapkanlah tiga kali:
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ
ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
Jika engkau membacanya, maka engkau
terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit
biasa, belang, lumpuh akibat pendarahan otak
(stroke)…’ (Riwayat Ibnu as-Sunni dan Ahmad)
6. Senjata menghadapi persoalan besar
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah, bahwa jika
Rasulullah menghadapi persoalan penting, maka
beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil
mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika
beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka
beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum
(Riwayat at-Tirmidzi)
7. Senjata menghadapi krisis pangan
Rasulullah bersabda,
ﻃَﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓِﻲ ﺯَﻣَﻦِ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ ﻃَﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ :
ﺍﻟﺘَّﺴْﺒِﻴْﺢُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻘْﺪِﻳْﺲُ، ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻨْﻄِﻘُﻪُ ﻳَﻮْﻣِﺌِﺬٍ ﺍﻟﺘَّﺴْﺒِﻴْﺢَ
ﺃَﺫْﻫَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺍﻟْﺠُﻮْﻉَ
‘Makanan orang beriman pada zaman munculnya
Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu
tasbih dan taqdis. Maka barangsiapa yang
ucapannya pada saat itu adalah tasbih, maka
Allah akan menghilangkan darinya
kelaparan’ (Riwayat al-Hakim)
GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga