Jumat, 10 Juli 2015

INILAH AL-QUR'AN WAHAI UMMAT ISLAM

INILAH AL-QUR’AN WAHAI UMMAT ISLAM
Oleh
Syaikh Su'ud Syuraim
Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan
rahmat. Pada bulan ini, jiwa-jiwa yang suci akan
tampak nyata, dan semangat meraih derajat
keiman paling tinggi semakin kuat. Pada bulan
ini, kecintaan kepada al-Qur’ân, keinginan untuk
mentadabburinya dan mentaatinya semakin
bertambah. Kaum Muslimin bagai tidak mau lepas
dari al-Qur'an, yang merupakan sebaik-baik
teman yang tidak pernah membosankan
perkataannya. Barangsiapa membacanya seolah-
olah dia sedang berbicara dengan ar-Rahmân.
Allâh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻧُﻮﺭٌ ﻭَﻛِﺘَﺎﺏٌ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ﴿١٥﴾ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧَﻪُ ﺳُﺒُﻞَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺟُﻬُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ
ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻭَﻳَﻬْﺪِﻳﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰٰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya
dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan. Dengan
Kitab itulah, Allâh menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan Kitab itu pula) Allâh mengeluarkan
orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya
yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [al-
Mâidah/5:15-16]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
ﺇِﻥَّ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﻠَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﻗْﻮَﻡُ ﻭَﻳُﺒَﺸِّﺮُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ
Sesungguhnya al-Qur'ân ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang
mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada
pahala yang besar [al-Isra'/17:9]
Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang
hamba di dunia dan di akhirat selain memandang
dan membaca al-Qur’an sepanjang waktu serta
mentadabburi (merenungi)nya. Amalan ini akan
membuat seorang hamba mengetahui berbagai
kebaikan dan keburukan serta kondisi para
pelakunya, juga akan menampakkan gambaran
hakikat dunia. Amalan ini juga membawa para
pelakunya seakan berada diantara umat-umat
terdahulu sembari menyaksikan adzab dan siksa
yang Allâh Azza wa Jalla timpakan kepada umat-
umat terdahulu tersebut.
Orang yang mentadabburi (merenungi) al-Qur’ân
seakan melihat proses tenggelamnya kaum Nûh
juga Fir’aun beserta pengikutnya; Mereka juga
seakan mendapati bekas-bekas petir yang
menyambar kaum ‘Ad dan Tsamûd.
Orang yang mentadabburi al-Qur’ân akan
mengetahui dan memahami hakikat jalan
kebaikan beserta buah yang akan diraih oleh para
pelakunya juga akan mengetahui hakikat jalan
keburukan beserta akibat yang akan menimpa
para pelakunya.
Allâh telah menjadikan al-Qur’ân ini sebagai
pembeda antara yang haq dan yang bathil. Orang
yang mencari petunjuk dari al-Qur’ân, maka Allâh
akan memuliakannya, sebaliknya barangsiapa
mencari petunjuk dari selain al-Qur’ân, maka
kehinaan pasti akan menimpanya.
Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu menemui
Nafi’ bin Abdil Hârist di 'Usfân – beliau adalah
wakil dari Umar di Mekah, Umar bertanya, "Siapa
yang kau jadikan pemimpin bagi penduduk
lembah?" Nâfi’ Menjawab, "Ibnu Abza." Umar
bertanya lagi, "Siapakah dia?" Nafi’ menjawab
lagi, "Salah seorang mantan budak kami." Umar
bertanya, "Kalian mengangkat seorang mantan
budak?" Nafi’ berkata, "Dia pandai membaca
(hafal) al-Qur’ân dan dia juga alim dibidang
farâ’id (ilmu waris)." Lantas Umar berkata,
"Sesungguhnya Nabi kalian Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
"Sesungguhnya Allâh akan mengangkat derajat
suatu kaum dengan sebab al-Qur’ân, dan
menghinakan yang lainnya dengan sebab al-
Qur’ân." [HR. Muslim]
Al-Qur'ân adalah cahaya yang tidak bisa
dipadamkan. Dia adalah jalan yang tidak pernah
tersesat orang yang melaluinya; Dia sumber
keimanan dan ilmu; Dia hidangan para Ulama dan
penyejuk hati; Dia adalah undang-undang
kehidupan, juga obat (penyembuh). Allâh Azza wa
Jalla berfirman:
ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ۖ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻓِﻲ
ﺁﺫَﺍﻧِﻬِﻢْ ﻭَﻗْﺮٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﻤًﻰ
Katakanlah, "Al-Qur'ân itu adalah petunjuk dan
penawar bagi kaum Mukmin. Dan orang-orang
yang tidak beriman pada telinga mereka ada
sumbatan, sedang al-Qur'ân itu suatu kegelapan
bagi mereka. [Fusshilat/41: 44]
Al-Qur’ân adalah kitab yang dijaga oleh Allâh
Azza wa Jalla . Para pengikut hawa nafsu sangat
berharap dan terus berusaha agar bisa
menghapus ayat-ayat al-Qur'an beserta hukum-
hukumnya dengan air laut agar tidak tersisa,
tetapi itu sebatas keinginan yang tidak akan
terwujud dan usaha yang tidak akan pernah
berhasil, karena mereka tidak akan bisa
mengalahkan Allâh Azza wa Jalla yang menjaga
al-Qur'an.
Inilah dia kitab Allâh Azza wa Jalla yang turun
melalui Jibril Alaihissallam. Lalu apakah yang
telah dan yang akan kita lakukan dengannya?
Akankah kita menjadikannya sebagai petunjuk
dan undang-undang bagi kita dalam kehidupan
kita? Ataukah hanya menjadi pajangan di rak
buku, tidak tersentuh kecuali di bulan Ramadhân?
Apakah kita akan berpegang teguh dengannya
ataukah kita seperti unta yang kehausan di
tengah padang pasir sambil membawa air di
punggunghnya? Atau telinga kita seperti corong,
ayat-ayat al-Qur’ân masuk melalui telinga kanan
lalu keluar melalui telinga kiri?
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahîhnya,
bahwa Allâh Azza wa Jalla berfirman pada Nabi-
Nya :
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺑَﻌَﺜْﺘُﻚَ ﻟِﺄَﺑْﺘَﻠِﻴَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﺘَﻠِﻲَ ﺑِﻚَ، ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻟَﺎ
ﻳَﻐْﺴِﻠُﻪُ ﺍﻟْﻤَﺎﺀُ، ﺗَﻘْﺮَﺅُﻩُ ﻧَﺎﺋِﻤًﺎ ﻭَﻳَﻘْﻈَﺎﻥَ
"Sungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka
untuk mengujimu dan menguji yang lain
denganmu dan aku menurunkan sebuah kitab
yang tidak bisa di cuci dengan air, kamu
membacanya tatkala tidur dan terjaga."
Inilah al-Qur'ân, kitab pegangan kaum Muslimin,
yang mengatur tata cara hidup setiap insan.
Maka wahai kaum Muslimin! Hendaklah kita
bertakwa kepada Allâh! Hendaklah kita
memperlihatkan amalan kita terkait kitab Allâh ini
dengan cara membaca, mentadabburinya dan
selanjutnya mengamalkannya.
ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺭَﺛْﻨَﺎ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺻْﻄَﻔَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻧَﺎ ۖ ﻓَﻤِﻨْﻬُﻢْ ﻇَﺎﻟِﻢٌ
ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣُﻘْﺘَﺼِﺪٌ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﺎﺑِﻖٌ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ
ﺫَٰﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-
orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba
Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya
diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang
pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang
lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allâh.
Yang demikian itu adalah karunia yang amat
besar. [Fathir/35:32]
Hendaklah kita senantiasa bertakwa kepada Allâh!
Hendaklah kita memanfaatkan bulan yang penuh
berkah ini dengan membaca al-Qur’ân dan
mentadabburi ayat-ayatnya, meraup faidah
sebanyak-banyaknya dari pelajaran dan nasehat
yang ada padanya. Karena di dalam al-Qur'ân
terdapat berita orang sebelum dan sesudah kita.
Alangkah beruntung orang yang mentadabburinya
dengan benar; juga alangkah berutung orang yang
hati dan kulitnya bergetar serta takut saat
mendengar ayat-ayat al-Qur'ân lalu ia bergegas
mengingat Allâh. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
ﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟَﺬِﻛْﺮَﻯٰ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻗَﻠْﺐٌ ﺃَﻭْ ﺃَﻟْﻘَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﻫُﻮَ
ﺷَﻬِﻴﺪٌ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai akal atau yang menggunakan
pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
[Qâf/50:37]
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-
orang yang senantiasa membaca al-Qur'ân,
mentadabburinya lalu mengamalkannya dalam
kehidupan kita sehari-hari.
(Diangkat dari Khutbah jum'at di Masjidil Haram
pada tanggal 15 Ramadhan 1433 oleh Syaikh
Su'ud Syuraim, dengan judul al-Qur'ân …Ya
ummatal Islam)
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun
XVIII/1435H/2014. Diterbitkan Yayasan Lajnah
Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8
Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp.
0271-858197 Fax 0271-858196]
Sumber www.almanhaj.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda ya....Karena Komentar Anda Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Kami....
Terima Kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga