Senin, 13 Juli 2015

Muhasabah

Jika ingin memiliki jiwa yang bahagia, janganlah
lagi membalas nikmat ALLAH dengan dosa dosa
yang baru, yang lalupun belum tentu terampuni.
Dan janganlah merasa bahwa tiada dosa kita
miliki, merasa suci padahal ALLAH maha tahu
apa yang dilakukan oleh tubuh kita bukan? zina
mata, zina lisan, ALLAH tahu apa yang kita
sentuh dengan tangan ini, ALLAH tahu
bagaimana kita riya, bahkan ALLAH tahu
bagaimana kening ini jarang mengingat ALLAH
meskipun saya sering sujud, ALLAH maha tahu
keadaan hati yang petantang petenteng,
sombong, merasa hebat, padahal yang saya
sombongkan adalah titipan ALLAH … coba
bayangkan ketika saya meminjam mobil sahabat
saya lalu saya buka jendela agar orang liat saya
membawa mobil mewah padahal mobil itu bukan
milik saya, apa kira kira yang ada dipikiran sang
pemilik mobil “udah minjem, sombong lagi” malu
gak kira kira?
Semua lumuran aib ini hanya ALLAH yang tahu,
dan ALLAH maha tahu kebusukan hati saya

Bayangkan jika saat ini malaikat maut berada
dihadapan saya dan mengajak saya pulang, bekal
apa yang bisa saya bawa pulang? jika semua
yang diatas masih saja saya lakukan? saya
meminta surga tapi saya menjalankan amalan
amalan neraka, shalat saya jarang khusuk,
bahkan disisa waktu kesibukan dunia, membaca
Alquran sering keburu perih mata saya karena
seharian menatap layar notebook, sedekah hanya
kalau ada uang sisa dikantong, buka dompet
males, sama orang tua berkata kasar, bahkan
jarang menanyakan kabarnya padahal belasan
tahun saya hisap keringat dan tenaganya
berapa banyak kata kata saya yang mengiris iris
hati Ayah, berapa sering sorot mata tajam saya
membuat Ayah terluka, padahal amalan
yang dicintai ALLAH sesudah shalat adalah
memuliakan orang tua
Ya ALLAH, duhai ALLAH, inilah saya hambaMU
yang ENGKAU ciptakan, yang ENGKAU urus setiap
saat, ampuni saya yang hanya debu, ampuni
andai saya sering tidak ridho dengan
ketentuanMU, ya ALLAH saya merindukan menjadi
bidadari di surgaMU, jangan jadikan saya
jalan kemaksiatan untuk mahlukMU yang
lain, saya ingin menjadi Ibu yang dari rahim saya
lahir mujahid dan mujahidah kesayanganMU …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda ya....Karena Komentar Anda Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Kami....
Terima Kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga