Kamis, 09 Juli 2015

Shalat Tasbih Dan Khasiat Shalat Tasbih

Shalat Tasbih adalah shalat Sunnah yang dalam
melaku salat membaca kalimat tasbih kalimat
"Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha
illallahu wallahu akbar"
sebanyak 300 kali (4 raka'at masing-masing 75
kali tasbih). Salat ini diajarkan Rasulullah SAW
kepada pamannya yakni sayyidina Abbas bin
Abdul Muthallib, Namun beberapa ulama berbeda
pendapat tentang hal ini.
Shalat Tasbih Dan Khasiat Shalat Tasbih
Para ulama berbeda pendapat mengenai salat
tasbih, berikut adalah beberapa pendapat mereka
:
1: Salat tashbih adalah mustahabbah (sunnah).
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama
penganut Mazhab Syafi'i. Hadits Rasulullah SAW
kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthallib
yang berbunyi:
Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan
padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin
engkau melakukan -sepuluh sifat- jika engkau
melakukannya Allah akan mengampuni dosamu,
baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu
dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang
disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang
tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan salat
empat rakaat,
engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan
surat, apabila engkau selesai membacanya di
rakaat pertama dan engkau masih berdiri, mka
ucapkanlah:
Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilallah
Wallahu Akbar 15 kali,
Kemudian ruku'lah dan bacalah do'a tersebut 10
kali
ketika sedang ruku,
kemudian sujudlah dan bacalah do'a tersebut 10
kali ketika sujud,
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10
kali
kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali
kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10
kali.
Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan
lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat.
Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu
kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika
tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika
tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak
maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika
tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur
hidupmu" (HR Abu Daud 2/67-68)
Ibnu Ma'in. An-Nasaiy berkata: Ia tidak apa-
apa. Az-Zarkasyi berpendapat: "Hadis shahih
dan bukan dhaif". Ibnu As-Sholah: "Haditsnya
adalah Hasan"
Al-Imam Bukhari rahimahulah.
Siapa yang tidak kenal beliau? Beliau adalah
penulis kitab tershahih kedua setelah Al-Quran
Al-Kariem. Namun hadits ini memang tidak
terdapat di dalam kitab shahihnya itu, melainkan
beliau tulis dalam kitab yang lain. Kitab itu
adalah Qiraatul Ma’mum Khalfal Imam. Di sana
beliau menyatakan bahwa hadits tentang shalat
tasbih di atas adalah hadits yang shahih.
2: Salat tasbih boleh dilaksanakan (boleh tapi
tidak disunnahkan).
Pendapat ini dikemukakan oleh ulama penganut
Mazhab Hambali. Mereka berkata: "Tidak ada
hadits yang tsabit (kuat) dan salat tersebut
termasuk Fadhoilul A'maal, maka cukup
berlandaskan hadits dhaif.
Ibnu Qudamah berkata: Jika ada orang yang
melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa,
karena salat nawafil dan Fadhoilul A'maal tidak
disyaratkan harus dengan berlandaskan hadits
shahih" (Al-Mughny 2/33)
3: Salat tersebut tidak disyariatkan.
Imam Nawawi dalam Al-Majmu' berkata: "Perlu
diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan
salat tasbih karena haditsnya dhoif, dan adanya
perubahan susunan salat dalam salat tasbih
yang berbeda dengan salat biasa.
Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau
tidak ada hadits yang menjelaskannya. Dan
hadits yang menjelaskan salat tasbih tidak
kuat".
Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam
Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang
menjelaskan hal tersebut. Ibnul Jauzi
mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan
dengan salat tasbih termasuk maudhu`.
Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang
benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif
meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat
hasan, akan tetapi hadits itu syadz karena hanya
diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada
hadits lain yang menguatkannya.
Dan juga salat tasbih berbeda gerakannya
dengan salat-salat yang lain.
Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan
Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal salat
tasbih ini kecuali dalam Talkhis Al-Habir dari
Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada
hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan
tentang salat tasbih ini.
Niat Salat
Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat
yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan
tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat
yang menyatakan keharusan untuk melafalkan
niat akan tetapi yang terpenting adalah dengan
niat hanya mengharapkan Ridho Allah Ta'ala
semata dengan hati yang ikhlas dan khusyu.
Cara Melakukan Shalat Tasbih
Salat tasbih dilakukan 4 raka'at
(jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan
sekali salam,
jika malam 4 raka'at dengan dua salam )
sebagaimana salat biasa dengan tambahan
bacaan tasbih pada saat-saat berikut:
1: Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat
pendek saat berdiri 15 kali
2 Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal
adzim...) 10 Kali
3 Setelah I'tidal 10 Kali
4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana
rabiyyal a'la...) 10 Kali
5 Setelah duduk di antara dua sujud 10 Kali
6 Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal
a'la...) 10 Kali
7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri
(atau sebelum salam tergantung pada raka'at
keberapa) 10 Kali
Jumlah total satu raka'at 75
Jumlah total empat raka'at 4 X 75
= 300 kali
KEISTIMEWAAN TASBIH
1. Kalimat yang paling dipilih Allah swt
Suatu kali Rasulullah ditanya apakah ucapan
yang paling unggul? Rasulullah menjawab,
ﻣَﺎ ﺍﺻْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻤَﻼَﺋِﻜَﺘِﻪِ ﺃَﻭْ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
‘Yang dipilih Allah swt terhadap para malaikat-
Nya dan hamba-Nya adalah ucapan:
Subhanallahi wa bihamdihi’ (Riwayat Muslim)
2. Memberatkan timbangan amal
Rasulullah bersabda,
ﻛَﻠِﻤَﺘَﺎﻥِ ﺧَﻔِﻴْﻔَﺘَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺛَﻘِﻴْﻠَﺘَﺎﻥِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻤِﻴْﺰَﺍﻥِ
ﺣَﺒِﻴْﺒَﺘَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
‘Ada dua kalimat yang keduanya ringan
diucapkan di lidah namun memberatkan
timbangan amal dan keduanya disukai oleh ar-
Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi
subhanallahil azhim’ (Riwayat Bukhari dan
Muslim)
3. Menghapus dosa yang banyak
Rasulullah bersabda,
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﺣُﻄَّﺖْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻩُ
ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺯَﺑَﺪِ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi
wa bi hamdihi 100x maka Allah dihapuskan
kesalahan meskipun kesalahannya itu sebanyak
buih lautan’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)
4. Punya perkebunan kurma di surga
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻏُﺮِﺳَﺖْ ﻟَﻪُ ﻧَﺨْﻠَﺔٌ
ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
‘Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahil
azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya
satu pohon kurma di surga’ (Riwayat at-
Tirmidzi)
5. Terhindar dari kesedihan dan penyakit-
penyakit berat (misal: stroke)
Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi
Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah,
ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang
dengannya Allah memberi manfaat kepadaku,
karena sungguh umurku sudah tua dan aku
merasa lemah untuk melakukan apapun’. Lalu
Rasulullah berkata, ‘Adapun untuk duniamu,
maka ketika engkau selesai shalat Shubuh, maka
ucapkanlah tiga kali:
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ
ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
Jika engkau membacanya, maka engkau
terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit
biasa, belang, lumpuh akibat pendarahan otak
(stroke)…’ (Riwayat Ibnu as-Sunni dan Ahmad)
6. Senjata menghadapi persoalan besar
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah, bahwa jika
Rasulullah menghadapi persoalan penting, maka
beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil
mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika
beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka
beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum
(Riwayat at-Tirmidzi)
7. Senjata menghadapi krisis pangan
Rasulullah bersabda,
ﻃَﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓِﻲ ﺯَﻣَﻦِ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ ﻃَﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ :
ﺍﻟﺘَّﺴْﺒِﻴْﺢُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻘْﺪِﻳْﺲُ، ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻨْﻄِﻘُﻪُ ﻳَﻮْﻣِﺌِﺬٍ ﺍﻟﺘَّﺴْﺒِﻴْﺢَ
ﺃَﺫْﻫَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺍﻟْﺠُﻮْﻉَ
‘Makanan orang beriman pada zaman munculnya
Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu
tasbih dan taqdis. Maka barangsiapa yang
ucapannya pada saat itu adalah tasbih, maka
Allah akan menghilangkan darinya
kelaparan’ (Riwayat al-Hakim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda ya....Karena Komentar Anda Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Kami....
Terima Kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga